Penyediaan ICT dan TV Edukasi dalam Menunjang Mutu Pendidikan

Dalam era globalisasi, kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk selalu diperhatikan karena pendidikan yang berkualitas akan melahirkan tenaga-tenaga yang berkualitas pula. Sumber daya manusia yang dihasilkan oleh pendidikan akan dituntut untuk mengaplikasikan ilmunya dalam dunia yang serbapenuh persaingan, apalagi menghadapi era perdagangan bebas yang pada saat itu tenaga asing akan leluasa bergerak dalam bidang apa saja di dalam negeri, sedangkan tenaga kerja kita pun akan leluasa melakukan usaha di bidang apa saja di luar negeri.

Untuk itu, setiap lembaga pendidikan harus meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga dapat menyiapkan hasil didikannya agar dapat menghadapi arus globalisasi dengan survive saat usai menyelesaikan pendidikan. Dengan bekal yang dapat diandalkan, para lulusan pendidikan dalam jenjang apa pun tidak akan terlindas atau tertinggal dalam kancah kemajuan zaman.

Kemajuan di era globalisasi ditandai dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT). Kemampuan untuk menguasai ICT sangatlah mendesak sebab ICT merupakan teknologi yang melibatkan pengumpulan, penyimpanan, penyuntingan, dan penyebaran informasi dalam berbagai bentuk. ICT menggunakan peralatan berbasis teknologi, radio, televisi, computer (internet dan intranet).

Implementasi ITC pada SMK adalah adanya jaringan intranet, jaringan informasi sekolah, Wide Area Network (WAN), dan ICT center. Jaringan Informasi Sekolah (JIS) dan Wide Area Network (WAN) kota merupakan bagian dari unit ICT yang saling mendukung dalam pelaksanaan dan pengembangannya. Dalam hal ini, JIS melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang telah diprogramkan oleh unit TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), sedangkan WAN kota sebagai penyedia dan pengembang infrastruktur koneksi antara unit TIK dengan para anggotanya dan koneksi ke internet.

ICT dalam pendidikan mempunyai peran sebagai berikut: ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan, sebagai alat bantu pembelajaran, ICT sebagai fasilitas pendidikan, ICT sebagai standar kompetensi, ICT sebagai penunjang administrasi pendidikan, ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah, dan ICT sebagai infrastruktur pendidikan. Namun, untuk mewujudkan peran ICT tersebut tidaklah mudah apalagi ketersediaan tenaga ahli atau instruktur di bidang tersebut masih sedikit. Oleh sebab itu, Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional memberikan imbal swadaya information and communication center (ICT center) pada sekolah menengah. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan terjadi akselerasi pengetahuan guru dan infrastruktur di Indonesia yang pada gilirannya akan mempercepat pencerdasan anak bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain ICT yang telah dikembangkan, dan sejalan dengan kegiatan itu, perlu dikembangkan pula Televisi Pendidikan (TV Edukasi). Kegiatan untuk pengembangan TV edukasi antara lain: pemberian bantuan peralatan TV dan kelengkapannya untuk menerima siaran TV Edukasi 28,423 SLTP, diklat teknisi dan broadcasting, pemberian subsidi biaya operasional TV.

Edukasi 40 Kab/Kota 450 Paket, dan kerja sama dengan TVRI. Pola siaran TV Edukasi saat ini dapat diterima melalui berbagai media penerima, yaitu parabola, antena biasa, TV kabel, dan Indovison. Pada saat ini yang dikembangkan oleh Depdiknas untuk dapat menerima siaran TV Edukasi ada tiga tipe penerima, yakni sebagai berikut.

1. Receiver TV Edukasi adalah peralatan untuk menerima siaran menggunakan antena parabola dan ditampilkan dengan beberapa televisi dalam satu lokasi.

2. Receiver dan relay TV Edukasi dengan peralatan antena parabola, antena pemancar sebagai relay, TV dan DVD player untuk menampilkan siaran. Tipe pemancar ini menerima siaran dari TV Edukasi Pustekkom dan di broadcast (pancar ulang) oleh beberapa stasiun relay. Tipe ini berjumlah 25 lokasi dengan jarak jangkau 15 km s.d 35 km.

3. Receiver, relay dan studio mini adalah menerima siaran TV edukasi di PUSTEKKOM, memancarkan siaran TV edukasi ke daerah sekitarnya dalam radius 15 s.d 35 km, dapat melakukan siaran TV lokal secara mandiri dengan muatan lokal dan dipancarkan, memanfaatkan waktu untuk siaran, pengulangan siaran program yang relevan terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Setelah itu, dipancarkan lagi oleh pemancar daerah/lokal.

Penyelenggaraan siaran TV Edukasi sebagai berikut.

Tahun 2005, siaran selama 4 jam, pagi 7.30 s.d 10.30, sore 14.30 s.d 16.30.
Tahun 2006, siaran selama 12 jam, pagi 7.30, sore 13.30 s.d 21.00, mulai bulan
Juli 2006 akan ditambah 1 channel khusus untuk SMK. Tahun 2007, siaran selama 12 jam, 4 channel.

Informasi teknik peralatan TV Edukasi dapat diterima dengan menggunakan antena parabola jenis mesh dan solid atau yang lainnya, berukuran minimal 6 feet dan penerima satelite digital (receiver) merek dan tipe apa saja. Arah antena parabola ke satelite Telkom 1 dengan ketentuan sebagai berikut.

Frekuensi : 3785 MHz
Symbol Rate : 4000 Mega Symbol
Polarisasi : Horisontal
Vidio PID : 0308
Audio : 5150

Upaya peningkatan yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan percepatan mencerdaskan anak bangsa, Departemen Pendidikan Nasional secara khusus memandang perlu melakukan terobosan-terobosan penyebaran informasi. Salah satu terobosan tersebut adalah membangun sistem pendidikan berbasis teknologi informasi dengan menggunakan teknologi televisi dan membangun stasiun TV Edukasi yang dimotori oleh Pustekkom. Dengan belajar jarak jauh tersebut, perkembangannya dirasakan belum signifikan hasilnya karena keterbatasan infrastuktur yang dimiliki oleh TV Edukasi maupun oleh sekolah. Dipandang perlu segera dibangun relay-relay dan studio TV Edukasi di setiap kabupaten/kota guna percepatan penyebaran materi pembelajaran yang terstandar secara nasional, guna disparitas mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Depdiknas menempuh berbagai cara di antaranya: membangun sebanyak 60 lokasi relay dan studio mini. Pada tahun 2006, akan dibangun relay dan studio mini sebanyak 250 lokasi kab./kota dan pada tahun 2007 diharapkan setiap kabupaten/kota sudah memiliki relay dan studio TV Edukasi. Siaran TV Edukasi oleh Pustekkom pada saat ini telah di-relay oleh beberapa TV lokal dalam hal penayangan materi yang disesuaikan dengan jam tayangan yang tersedia di masingmasing tv lokal.

Depdiknas melalui Pustekkom membuka peluang kerja sama dengan semua pihak penyelenggara siaran TV untuk merelay siaran TV Edukasi tanpa dikenakan biaya. Hasil dari semua itu, dewasa ini kita dapat menikmati program siaran TVRI tentang pendidikan terutama persentasi bidang mata pelajaran yang di-UN-kan, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Siaran tersebut sangat membantu para siswa, guru, dan tenaga pendidik lainnya terutama mereka yang tinggal di daerah yang jauh dari ibu kota. Dengan menikmati siaran tersebut, kalangan pendidikan akan terus mengikuti sehingga tidak akan ketinggalan informasi tentang pembelajaran. Hal ini karena kebijakan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melihat bahwa mata pelajaran yang diujikan dan hasil yang di peroleh siswa belum memuaskan.

( Sumber : Info Mandikdasmen, September 2006 )

Leave a Reply